TELAAH DRAMA JEPANG
Anatomi sastra drama adalah sebuah pengungkapan cerita melalui gerakan tubuh diatas pentas (drama). Dalam anatomi sastra dibagi dalam beberapa point (aristoteles) yaitu:
1. Adegan
2. Babak
3. Prolog
4. Epilog
5. Solikui
6. Aside
7. Naskah
8. Plot
9. Struktur dramatic
Adegan : bagian dari babak yang batasnya ditentukan oleh perubahan peristiwa berhubung datangnya atau perginya seseorang atau lebih tokoh cerita keatas pentas.
Babak : bagian dari naskah drama yang merangkum semua peristiwa yang terjadi suatu tempat pada urutan waktu tertentu.
Prolog : bagian naskah yang ditulis pengarang pada bagian awal. Prolog disebut juga pengantar naskah yang menjelaskan keterangan cerita yang disajikan diatas pentas, biasanya diucapkan oleh pemimpin acara.
Epilog : bagian naskah drama yang biasanya berisi kesimpulan pengarang mengenai cerita dan kadang-kadang disertai nasihat.
Solikui : bagian dari naskah drama yang merupakan ungkapan pikiran dan perasaan seseorang tokoh cerita yang diucapkan pada diri sendiri, baik kepada tokoh lain maupun pada saat seorang diri.
Aside : bagian naskah drama yang diucapkan tokoh cerita dan ditujukan langsung kepada penonton dengan pengertian bahwa tokoh lain yang diatas pentas tidak mendengar.
Naskah : teks cerita yang biasanya dibuat oleh pengarang untuk menyimpan pesan-pesan untuk menyampaikan pesan-pesan diatas pentas (だいほん/よきょく)
Plot/ alur : rangkaian cerita yang satu sama lain dihubungkan dengan hukum sebab akibat. Dalam plot/ alur ada 2 bentuk yaitu struktur lingkaran setan dan struktur vertical. Plot/ alur biasanya dapat menimbulkan suspensive (ketegangan) pada diri pembaca atau penonton, ada kejutan/ dadakan (surprise), dan mempunyai ironi dramatic. Ironi dramatic dapat berbentuk pernyataan/ perbuatan cerita yang seakan-akan meramalkan apa yang terjadi kemudian.
STRUKTUR DRAMATIK ARISTOTELES
Struktur dramatic Aristoteles terdiri dari bagian-bagian seperti eksposisi, komplikasi, klimaks, resolusi, konklusi yang saling menunjang dan menyokong.
a) Eksposisi adalah bagian awal/ pembukaan dari suatu karya sastra drama. Eksposisi juga berfungsi sebagai pembuka yang memberikan penjelasan/ keterangan untuk memahami cerita-cerita berikutnya.
b) Komplikasi adalah merupakan lanjutan dari eksposisi. Didalam bagian ini seorang tokoh cerita mulai mengambil prakarsa untuk mencapai tujuan tertentu.
c) Klimaks adalah lanjutan dari komplikasi. Dalam bagian ini pihak-pihak yang berlawanan/ bertentangan akan berhadapan untuk melakukan perhitungan terakhir yang menentukan.
d) Resolusi : semua masalah yang timbul dari tokoh-tokoh cerita dapat terpecahkan.
e) Konklusi : bagian dari kesimpulan cerita diman tidak ada lanjutan dari cerita tersebut.
STRUKTUR DRAMATIK ZEAMI (STRUKTUR DRAMATIK JEPANG)
• JO : uraian pendahuluan
• HA : pengembangan I (komplikasi)
• HA : pengembangan II (klimaks)
• HA : pengembangan III (resolusi)
• KYU : penutup (konklusi)
Perbedaan antara struktur dramatic aristoteles dan struktur dramatic zeami adalah struktur dramatic aristoteles semua adegan dramanya lebih berkaitan satu sama lain, sedangkan struktur dramatic zeami satu dengan yang lainnya tidak saling berkaitan.
TOKOH CERITA DAN KARAKTER
Tokoh cerita adalah orang yang mengambil bagian dan mengalami peristiwa-peristiwa atau sebagian peristiwa yang digambarkan dalam alur cerita.
Kedudukan tokoh dalam alur cerita :
Dilihat dari alur cerita
Tokoh mayor : tokoh yang penting dalam alur cerita.
Tokoh minor : tokoh pembantu atau yang tidak terlalu penting.
Dilihat dari kedudukan
Tokoh protagonist :tokoh yang pertam sekali berprakarsa dan demikian juga berperan sebagai penggerak cerita. Protagonist biasanya yang pertama sekali mengalami masalah dan selalu berada dalam kesukaran.
Tokoh antagonis : tokoh yang berperan sebagai penghalang dan biasanya bermasalah.
Karya sastra drama Jepang dapat di bagi menjadi :
Drama klasik jepang;
Drama noh (zaman chusei)
Drama kyogen (zaman chusei)
Jaruri (zaman kinsei)
Kabuki (zaman kinsei)
Drama modern jepang:
Drama kazoku
Shinpa (aliran baru) spt drama Oshin
UNSUR-UNSUR PELENGKAP DRAMA KYOGEN
1. Unsur actor/pemain
Pemain laki-laki (maikata)
Pemain music (hayashi kata)
Pemain kyogen
Jiutai kata (penyanyi/ koor)
Pemain laki-laki disebut:
1. Shite-kata (pemain utama)
2. Tsure-kata (pemain pembantu)
3. Ado (pemeran pembantu I)
4. Koado (pemeran pembantu II)
DRAMA
YOSHINOBU INOURA (DRAMA JEPANG) : Seni drama baik itu drama biasa, drama topeng ataupun drama boneka kesemuanya merupakan cara pengungkapan kehidupan spiritual dan cultural untuk umat manusia secara langsung dengan cara impresif dan dengan mulus melalui gerakan-gerakan tubuh.
Drama noh : suatu drama yang bersifat klasik dan banyak mengandung unsur-unsur agama budha secara keseluruhan drama noh bersifat agung, simbolik, penuh khayalan dan pementasannya menggunakan topeng. Dengan kata lain drama noh lebih menonjolkan suatu kehalusan dan keindahan.
Dram kyogen : suatu drama yang bersifat ringan dan jenaka serta menggambarkan kejadian-kejadian hangat dalam masyarakat dengan kata lain dram kyogen sangat bersifat kerakyatan dan mengandung unsur-unsur realita.
PEMENTASAN DRAMA NOH KYOGEN
Terdiri dari 5 permaina yaitu : jo-ha-ha-ha-kyu
a. Bersifat keagamaan (jo) yang biasanya berkaitan dengan agama budha (okina noh) durasi 30 menit
b. Cerita laki-laki perkasa
c. Cerita wanita lemah gemulai.
d. Kemudian orang gila dan,
e. Drama setan (kichiki noh)
PEMBABAKAN
BABAK I (SHIN) : WAKINOH : cerita mengenai dewa-dewa dan upacara tanda ucapan syukur.
BABAK II (NAN) : SHURAMONO : cerita tentang samurai yang meninggal di medan pertempuran
BABAK III (NYO) : KAZURAMONO : cerita tentang seorang wanita atau roh wanita sebagai pemainnya
BABAK IV (KYO) :GENZAIMONO : cerita mengenai yang terjadi di zaman tersebut (memakai topeng)
BABAK V (KI) : KIRINOH : cerita mengenai setan atau binatang buas.
NASKAH DAN TARIAN NOH KYOGEN
Naskah Noh : yokyoku berisi lirik dan tarian
Naskah kyogen : daihon
Naskah kyogen dalam buku NOH SAKUSHO (sastrawan drama popular pada zamannya) memuat petunjuk-petunjuk drama noh.
Dalam naskah noh yokyoku terdiri dari 3 tahap pokok permasalahan.
Sumber-sumber : awal setting cerita itu diambil biasanya sastra klasik.
Pengungkapan : ekspresinya mengungkapkan estetika zen (wabi, sabishii, miyabi)
Karangan : mengarah pada struktur jo-ha-ha-ha-kyu dan sering diselipkan unsur dramatic aristoteles.
Dalam naskah kyogen, daihon terdiri dari tahap permasalahan
Sumber-sumber : diambil dari realitas kehidupan
Pengungkapan : hiburan,kritikan,satir, jenaka
Karangan : jo-ha-ha-ha-kyu dan ada sedikit unsur dramatic aritoteles
Tarian-tarian terdiri dari gerakan yang lamban dan syahdu. Dalam tarian noh ada juga tarian yang menunjukkan kemarahan,gembira, perkelahian. Tarian noh tergantung pada adegannya
1. JO NO MAI : tarian wanita elegan
2. CHU NO MAI : tarian wanita biasa
3. KYU NO MAI : tarian energik
4. OTOKO MAI : tarian laki-laki kuat perkasa.
5. KAMI MAI : tarian kesucian
6. TEN NYO MAI : tarian melambangkan dewa/ malaikat
7. RYUJIN NO MAI : tarian dewa naga
8. KAKERI MAI : tarian gerakan lari
9. HATARAKI MAI : tarian perang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar